v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
Normal
0
false
false
false
false
IN
X-NONE
X-NONE
...
Pages
Blogroll
Diberdayakan oleh Blogger.
About Me
- Unknown
Blog Archive
About this blog
About
Archives
Blogger templates
Blogger news
Selasa, 19 November 2013
Recomended. Ehmmm... By me, hehehe...
Selamat malam dunia... Ya... Di
postingan kali ini saya akan berkoar-koar tentang satu film yang layak jadi
tontonan kalian. Di IMDB, film ini dapat rating yang lumayan lah. Meski ini
film lama, sekitar tahun 2006-an... Saya nggak ada bosan-bosannya lihat film
ini. Asalkan jangan keseringan nonton ye... Jangan ditonton tiga kali sehari...
Hehehe... Nanti fungsinya berubah bukan jadi sarana hiburan, tapi malah jadi
terapi tidur. Waduh!!!
Film
yang saya rekomendasikan ini bukan dari Holiwood tapi Boliwood... Woooo...
Pasti yang terbayang-bayang di benak kalian adalah nyanyian, tarian, dan
pohon... Wakakakakak, itu memang identik dengan film India. Tapi yang satu ini
berbeda. Memang kalian akan menemukan para aktor atau artisnya menari dan
menyanyi... Tapi kalu dipikir pikir masih realistis lah adegannya. Kan ada film
India lain pas lagi hepi-hepinya, tiba-tiba menyanyi-nyanyi dan muncul
bergerombol orang yang sudah memakai baju lengkap dan senada pula. Dari mana
orang-orang itu muncul? *Berpikir keras*
Oke,
back to the topic. Film yang saya rekomendasikan ini adalah “Taare Zameen Par”
Atau bahasa Inggrisnya “Every Child Is Special”... Sebenarnya, kalau dilihat
dari judul, film ini terkesan biasa-biasa saja... Tapi bisa juga sang pembuat
film sengaja memberikan judul sesederhana mungkin agar mudah dimengerti.
Terlepas
dari judulnya, film ini menyajikan sesuatu yang sebenarnya itu ada di kehidupan
kita. Hal yang masih tabu dan akan di kupas secara tajam, setajam silet!
(Wadaw, jangan pindah chanel!!! Bip. Bip Bip) Sebenarnya lebih baik kalian
langsung saja menuju ke situs download film seperti indowebster, 4shared, dan
kawan-kawannya.
“Wil plis willll... Gue mau tau isi ceritanya!!!!
Ceritain wil... plissss...!!!”
“Iya will... Singkat-singkat aja... Aku pengen tahu
sinopsis nya... Willl,,, plisss...”
“Willll... Aku mohon”
Hhhhh...
Oke, oke... Buat kalian... Saya akan ceritakan ceritanya... Intinya aja ding!!!
“Yeeeeeee!!! Love you will... Love You!!!”
Jadi
begini. Ehmmm Sebentar. Saya berpendapat dan menceritakannya secara subyektif.
Jadi yah... Kalau kalian punya pandangan sendiri-sendiri tentang film ini...
Yahhh... Bisa posting juga di blog masing-masing, hehehe... Eh iya sampek
lupa... Begini Ceritanya.
Di
film ini, ada keluarga kecil, berkecukupan, dan punya dua orang anak. Anak
pertama (Yohan) pinter gila!!! Dia bisa di akademik maupun non akademik. Nah
yang adiknya ini (Ishaan), dia kebalikannya. Tapi dia jago lukis. Top markotop
pokoknya!!! Tapi pendidikan yang ada di India waktu di film itu, semuanya dinilai
dari prestasi akademik. Nilai, nilai, nilai, dan nilai... Nggak jauh beda dari
Indonesia sih sebenarnya. Dan tidak bisa dipungkiri bahwa Indonesia bahkan
lebih buruk lagi. Si Ishaan ini nggak naik kelas di tahun ke tiga sekolah
dasar. Semua orang menganggapnya bodoh, nakal, dan hal-hal lain yang buruk
pokoknya. Kalau begini jadi ingat teori labeling di pelajaran sosiologi.
Hehehe... Lanjoooottt... Saking susahnya buat diajari, singkat cerita orang
tuanya mengirim Ishaan ke sebuah asrama yang menurut mereka akan membuat Ishaan
ini jadi lebih baik. Nah, disini ada semacam konflik kecil. Si-Ishaan nya
nolak, Bapaknya ngebet banget. Pokoknya adegannya sedih. Ini film ke dua yang
membuat saya menangis setelah Forest Gump. Huhuhuhu...*Nyesek*
Setelah
di asrama. Eh ternyata gurunya bahkan lebih buruk lagi. Saking frustasinya, dia
menghentikan aktivitas yang digemarinya yaitu menggambar. Di saat-saat genting
seperti ini... Akhirnya ada guru baru yang peduli dengan Ishaan. Diperankan
oleh Aamir Khan lo... Guru ini (Nikumbh), mempelajari seluk beluk Ishaan, apa
masalahnya, dan bagaimana penyelesaiannya. Saking perhatiannya, dia mengadakan
semacam pelajaran privat untuk si-Ishaan ini. Dan bagaimana kelanjutannya,
lebih baik lihat saja sendiri oke... Langsung minta filmnya ke saya di Medali,
Puri Mojokerto, hehehe...
“Mending donlot atuh willl”
“Booooo....
Wil mah kagak asiiikkk!!!”
Yah... Sudahlah teman-teman... Saya
merekomendasikan film ini saja hehehe... Salam (tai ayam) hangat dari
Wildany... J
What??? So What??? Now What???
Yah...
Sekedar memberi tahu saja, blog pribadi yang bisa dibaca untuk umum ini mungkin
akan berisi hal-hal yang tidak menyenangkan untuk dibaca dan dilihat. Jadi,
hindarkan dari jangkauan anak-anak. Karena dapat menimbulkan :
1.
Mengantuk
2.
Kejang-kejang
3.
Kesurupan bagi
yang memiliki iman lemah
4.
Dan trauma
berkepanjangan
Oke, berhubung saya nggak punya
topik-topik yang perlu di bahas. Dan meskipun saya tau topiknya, saya nggak
bisa bahas juga. Jadi saya cerita aja deh...
Waktu itu saya masih SMP sekitar kelas
tiga-an lah... Berhubung ada les jam ke nol, semuanya diwajibkan datang jam
enam. Dan sialnya, itu terlalu pagi untuk saya. Bukan karena masalah bangunnya
yang susah. Tapi sarapannya kan belum mateng. *Ye’elah...*
Dan disuatu pagi, ketika semua sudah
beres. Langsung saja saya menuju sepeda ontel yang tercinta. Berhubung sepeda
saya ini biasa dibuat sampiran jemuran yang belum kering benar. Kalau nggak
salah bahasa kerennya itu “mamel”. Jadi kegiatan pertama adalah menyingkirkan
semua kain-kain setengah kering itu, kemudian ambil sepeda, seret ke depan, dan
“Time to Genjooot!!!”
Di sepanjang jalan, saya bersenandung
dengan riangnya. Mengangguk-angguk anggukkan kepala secara pelan seirama dengan
rangkaian nada. Mengetuk-ketukkan jemari di setir sepeda yang mengkilat bukan
karena sering di lap, tapi karena terkena keringat. Menggeleng-gelengkan
kepala. Kemudian mengangguk-angguk lagi. Kemudian menggeleng lagi. Dan
mengangguk lagi. Dan efek yang ditimbulkan sangat luar biasa. Luar biasa pusing
maksud saya.
Tak lama setelah saya menggenjot sepeda.
Orang-orang yang melewati saya tiba-tiba mendadak ramah. Mereka menoleh dan tersenyum.
Saya balas dengan tersenyum juga dong. Dan yang ramah itu bukan cuma satu atau
dua orang saja, semua yang melewati jalan itu tersenyum. Bahkan orang-orang
yang belum pernah saya ketahui asal-usulnya pun tersenyum. Wah... perasaan
mulai nggak enak nih. Saya hentikan sepeda di pinggir jalan (ya iyalah o’on!).
Cek kerudung. Mungkin ada yang nggak pas. Cek tas. Mungkin ada yang belum
ditutup. Cek sepatu. Mungkin belum diikat. Cek ban depan. Mungkin ada paku. Cek
ban belakang. Mungkin ada sesuatu yang...
JAMBAN!! Woaaaaaaaaaaa!!!!! Benda apa
itu??? Kotak-kotak hitam dan putih... Sialan! Ternyata di bawah sadel sebelah
kanan ada gombal kotak-kotak yang terjuntai sempurna. Sehingga berkibar-kibar
dengan indahnya. Idiot...idiot... Jadi semua orang yang tersenyum manis itu
bukan dikarenakan aura positif yang ditularkan oleh si-pengendara sepeda ontel
yang tidak lain dan tidak bukan adalah saya. Tapi karena hal memalukan yang
tidak sengaja saya lakukan. Arrrgggghhhhh!!!! Tapi untung saja yang tersampir
di situ gombal, coba kalau pakaian aneh-aneh yang nyangkut. Coba bayangkan!!
Wahh... Tidak hanya senyum yang saya terima. (Kebiasaan orang Indonesia : Masih
mengatakan kata “untung” mekipun sudah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.)
Moral Value : Jangan beli gombal motif kotak-kotak.
Kalo beli yang gambarnya hello kitty aja. Nanti kalu nyangkut biar dikira
aksesoris.
Langganan:
Postingan (Atom)
Most Viewed
-
Selamat malam dunia... Ya... Di postingan kali ini saya akan berkoar-koar tentang satu film yang layak jadi tontonan kalian. Di IMDB,...
-
Yah... Sekedar memberi tahu saja, blog pribadi yang bisa dibaca untuk umum ini mungkin akan berisi hal-hal yang tidak men...
Followers
About Me
- Unknown